Mari bertualang, tapi kemana ya kali ini? bagaimana jika mengunjungi destinasi nan eksotis seperti Madagaskar misalnya.

Republik ini berada di bagian selatan Samudera Hindia dan bertetangga dengan pantai timur benua Afrika Selatan. karena letak geografisnya iklim pulau ini selalu berubah-ubah.

musim hujan panas dimulai pada bulan November-April, dan kemarau yang dingin di bulan Mei-Oktober.

©www.sejutakabar.com suasana di pusat kota
©www.sejutakabar.com Tana dari atas bukit Rova

Ibukotanya adalah Antananarivo atau disebut Tana. menurut pemandu wisata kota ini memiliki tingkat ekonomi tertinggi diantara yang lain oleh karena itu suasananya terkesan hiruk-pikuk dan padat.

Masyarakatnya merupakan campuran antara ras Asia Tenggara, India, Afrika dan Timur Tengah. berdasarkan sejarah, Nenek moyang Madagaskira berasal dari Indonesia yaitu Borneo.

jadi jika mereka mengetahui darimana anda datang, anda akan disambut dengan ramah 🙂

Rova-Le Palaise De La Reine

©www.sejutakabar.com Rova
©www.sejutakabar.com pintu masuk istana

Pada pertengahan abad beberapa penjelajah terkenal seperti Diego Diaz dari Portugis dan Marcopolo dari Italia mendarat di pulau ini. dan di tahun 1895-1958 Madagaskira di invasi oleh Perancis. oleh sebab itu bahasa yang dipergunakan hingga saat ini adalah Malagasy & French.

Kerajaan Imerina dahulu merupakan bagian dari kota yang megah. terletak di puncak bukit membuat kita leluasa memandang ke segala penjuru Tana dan juga melihat Anosy Lake. sayangnya banyak bagian dari kompleks Istana yang hancur selama masa penjajahan.

©www.sejutakabar.com ruins of Tsarahafatra

Becak di Antsirabe

Jaraknya dari kota menghabiskan waktu sekitar 4 jam. disepanjang perjalanan terlihat pemandangan bukit- gunung yang luar biasa dari Maromokotro Mountain.

Setibanya disini terlihat perbedaan menarik dari kota sebelumnya yaitu mulai dari pakaian penduduk, bangunan serta becak yang berwarna-warni.

Alangkah pas nya di pagi itu saya dapat menikmati secangkir kopi di kedai terdekat, selain rasanya yang mantap harganya juga murah yaitu 2,500 Ariary atau setara dengan 10,000 rupiah.

Baca Juga  Review Okay Boutique Hotel, Phnom Penh
©www.sejutakabar.com stasiun kota dengan arsitektur kolonial.
©www.hotelike.com naik becak yuk 🙂

Tenangnya Lac Andraikiba

Danau ini terletak tak jauh dari Antsirabe yaitu 8 km. lokasinya cocok untuk fotografi namun anda harus memperhatikan langkah karena selain luas danau ini juga sangat dalam.

©www.sejutakabar.com suasana damai namun penuh misteri

Dancing with Lemur

©www.pinterest.com

Keesokan hari tiba saatnya berkunjung ke salah satu Taman Nasional yang bernama  Andasibe-Mantadia. Jaraknya 4 jam dari Tana. Lemur dan berbagai jenis Chameleon bisa ditemukan disini.

Tur dalam hutan hujan sangat menyenangkan sekaligus melelahkan. tidak seluruh kawasan ada jalan setapak, maka dari itu minimal 1 pengunjung atau group wajib didampingi tour guide agar tidak tersesat.

©www.sejutakabar.com    Parc National
©www.sejutakabar.com berburu foto
©www.sejutakabar.com tour guide yang sabar dan mahir berbahasa inggris 🙂

Untuk menjumpai hewan ini atau yang disebut indri tidaklah mudah. grup tur maupun fotografer profesional harus berkeliling untuk mencari keberadaannya.

Setelah 2,5 jam mengeksplorasi rainforest, akhirnya kami memutuskan untuk ke penangkaran lemur yang tak jauh dari lokasi tersebut. Hehe, akhirnya sukses juga berfoto dengan lemur yang jinak 🙂 untuk tiket masuknya dikenakan sejumlah Rp.100,000 rupiah.

©www.sejutakabar.com      selain jinak mereka juga friendly dan jenaka seperti di film kartun nya lho

 

Zebu, Chocolate and rhum

Saatnya menikmati hidangan khas yang dibanggakan oleh masyarakat disana yaitu Zebu. 

 “And for once in a life time it was not bad at all-in fact the taste was amazing”.

banyak restoran kelas menengah yang menawarkan olahan daging sapi ini diantaranya adalah:

©www.pinterest.com citarasa Zebu yang tak terlupakan
©www.chocolaterierobert.com    Oleh-oleh spesial yang tidak boleh ketinggalan

Selanjutnya tak lupa mampir ke chocolate factory Robert yang berada di ujung kota Tana. disitu pula mereka membuka toko coklat yang cantik dan menggiurkan. Harga 1 buah coklat bar setara dengan Rp 35,000-50,000 rupiah.

©www.sejutakabar.com Pabrik coklat Robert

Kembali ke Indonesia tanpa sebotol rhum ala ‘pirates of Madagascar’ rasanya belum lengkap ya. minuman legendaris ini direkomendasikan oleh penduduk setempat. kabarnya resep Mangoustan ini diciptakan oleh  Napoleon Bonaparte. 

Baca Juga  Review Hotel: Salak The Heritage Bogor yang Bersejarah
©www.passionforwhisky.com

Selain itu masih banyak tempat-tempat yang tak sempat saya kunjungi karena keterbatasan waktu serta wilayahnya yang jauh.

Akhir kata, meskipun disebut sebagai negara miskin namun saya merasa beruntung pernah menjejakan kaki di Tana dan sekitarnya.

Madagaskar kaya akan keindahan alam, keanekaragaman flora-fauna serta perpaduan kebudayaan dari Eropa-Afrika hingga Asia Tenggara.

dan terlebih lagi penduduk lokalnya yang hangat & bersahabat membuat saya merasa amat diterima disini. Sampai jumpa lagi kawan!

Copyright© www.sejutakabar.com

Nilai Kualitas Konten

TINGGALKAN PESAN

Masukan Komentarmu!
Masukan Namamu disini