Sejutakabar-Terlepas dari dampak buruk dari rokok, hingga saat ini permintaan konsumen terhadap produsen rokok masih tinggi. Di beberapa negara penggunaan rokok dibatasi hingga dilarang oleh pemerintah karena dianggap berbahaya bagi kesehatan.

Di era milenial ini sudah banyak varian rokok dengan sistem elektrik menggunakan tenaga baterai. Awal 2011 lalu rokok elektrik mulai dikenal di negara eropa, E-cigarette dianggap sebagai alternatif dari penggunaan rokok konvensional. Asap yang tidak berbau dan banyak mengandung air selain zat nikontin ini dirasakan cukup menarik dalam penggunaannya.

©google image
Vaporizer

adalah salah satu jenis dari penghantar nikotin elektronik. Rokok jenis ini dirancang untuk membantu pecandu rokok tembakau mulai berhenti merokok dengan beralih dari rokok konvensional ke rokok elektrik. Caranya adalah dengan memasukkan cairan, panaskan, hisap, lalu rasakan sensasi dan aroma dari uap yang dihirup.

Pada umumnya vapor mengandung nikotin. Di beberapa negara ada juga yang dipasarkan tanpa nikotin termasuk di indonesia. Vapor dengan 0 mg nikotin juga banyak dicari oleh peminatnya.

Konsep Vapor dapat dikatakan cukup unik, salah satunya ialah cairan yang di mix  dengan bermacam rasa seperti buah-buahan, sweet dessert, hingga licquor. 

Berikut jenis Vapor yang beredar di pasaran saat ini:

Vaporizer electrical

memiliki Atomizer system seperti RDA dan RTA misalnya. Umumnya vapor ini menggunakan LCD dan chip dan paling banyak digunakan konsumen.

©google image

Vaporizer Mechanical

Tipe ini menggunakan coil serta baterai. Karena kerumitannya  vapor ini biasanya digunakan bagi yang sudah mahir dalam mengutak-atik jenis vape ini.

©google image

©kingpenvapes.com

E-cigarette 

(Elecronic Nicotine Delivery Systems atau e-Cigarette) adalah sebuah inovasi dari bentuk rokok konvensional menjadi rokok modern. Rokok elektronik pertama kali dikembangkan pada tahun 2003 oleh SBT Co Ltd, sebuah perusahaan yang berbasis Beijing, China. Bentuk tembakaunya sendiri dikemas mirip seperti rokok konvensional namun untuk menggunakannya harus menggunakan device pemanas dengan tombol yang bisa di atur.

Baca Juga  Review Hotel: Salak The Heritage Bogor yang Bersejarah
©google image

POD Vape

Vapor tipe ini termasuk mudah dan praktis digunakan karena Anda hanya perlu mengganti cartridge-nya saja. Anda cukup memasang cartridge tersebut untuk menggunakannya kembali. Namun, karena kurangnya variasi dan rasa, tipe ini tidak terlalu populer.

Banyak sekali merk POD yang saat ini sedang trend dipasaran. Salah satunya yang dilansir oleh sejutakabar adalah Smoant S8 Pod.

©sejutakabar.com
©google image

Vaporizer tipe ini memiliki POD closed system dimana coil dan wire terletak di catridge yang tertutup. Desainnya mulus dan unik berbentuk cangkang. POD ini tidak memiliki tombol. Untuk harganya pun bervariasi disetiap toko yaitu sekitar Rp 160 ribu – Rp 250 ribu rupiah.

Spesifikasi:
  • Dimensi: 86.6 oleh 48mm oleh 12.8mm
  • Konstruksi Baja Stainless
  • 370 mAh Built-In Baterai
  • Tegangan Output langsung
  • Kisaran watt: 7 W-12 W (Tergantung Pada Baterai)
  • Rentang tegangan: 3.3 V-3.4 V
  • 2 ml Kapasitas Pod
  • isi ulang (catridge)
  • Koneksi magnetik Untuk Baterai
  • 1.3 Ω Penyemprot
  • Indikator: Cahaya biru: Di Atas 30% Baterai, lampu merah: Di Bawah 30% Baterai
  • 5 V/0.5A Micro USB Isi Ulang
  • perlindungan: Sirkuit Pendek, CPU/Papan Perlindungan Kebocoran,
  • Over-Charge, Baterai rendah, Over Heat.
©sejutakabar.com
Kelengkapan:
  1. 1 Smoant S8 Pod Battery
  2. 1 S8 Pod Cartridge
  3. 1 Needle E-Juice Bottle
  4. 1 MicroUSB Charging Cable
  5. Instructional Manual &
  6. Authentication certificate
©sejutakabar.com
Portable Catridge:

Smoant S8 memiliki catridge yang dengan mudah dapat diganti. Sangat mudah dan praktis daripada harus mengganti coil dan wire. Catridge bermagnet ini dapat menampung 2ml liquid. Harga catridge yang dibanderol sekitar 28ribu hingga 50ribu rupiah ini tersedia di toko-toko online, dan sejauh ini semua toko biasanya menjamin catridge tersebut adalah otentik.

©sejutakabar.com
E-Liquid:

Salt Nicotine adalah Nicotine Garam yang memiliki kadar Nikotine yang tinggi yg mana di buat untuk Refill POD seperti Smoant S8. Salt-Nic adalah garam nikotin memiliki pH berbeda dari nikotin basa bebas. Untuk rasanya sendiri lebih halus dibandingkan menggunakan Vape yang menggunakan E liquid biasa, dan untuk POD disarankan hanya menggunakan salt nic.

Baca Juga  Review Hotel: Alila Manggis Bali

Untuk mendapatkan rasa yang lebih baik bisa menggunakan PG 50/50, serta tidak memakai produk kloningan atau KW karena dapat merusak pod dan kandungan liquid tidak terjamin.

Berikut beberapa contoh Salt Nic lokal yang berpita cukai. Untuk harga bervariasi mulai dari 60 ribu rupiah hingga 250 ribu untuk Salt nic impor. Salt nic umumnya dikemas botol pipet berkapasitas 15ml dan 30ml denagn kandungan nikotin 0-5mg.

©sejutakabar.com  seven salt
©sejutakabar.com Fruitty loops
©sejutakabar.com  Tokyo Leychee

Saat ini Vapor telah menjadi bagian dari gaya hidup yang kekinian bagi sejumlah para pecinta tembakau, Dan mungkin saja POD system yang baru-baru ini booming dapat menjadi pilihan yang menarik sebagai alternatif dari rokok konvensional.

Thoughts:
Benarkah rokok elektrik ini efektif bagi yang ingin mengurangi ataupun berhenti merokok? Well, mungkin dapat dikatakan tidak banyak membawa perubahan dari kebiasaan merokok itu sendiri melainkan beralih cara dalam menikmati nikotin.

Nilai Kualitas Konten

TINGGALKAN PESAN

Masukan Komentarmu!
Masukan Namamu disini