Sejutakabar.com – Cokelat merupakan hasil olahan dari biji tanaman Kakao. Theobroma cacao adalah nama Latin dari cokelat. Dipercaya memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh manusia saat ini cokelat mudah ditemukan dalam berbagai jenis makanan dan minuman di pelosok dunia.

Cokelat mengandung magnesium, zat tembaga, kalium, dan kalsium. Nutrisi-nutrisi ini ternyata memiliki peran yang sangat baik bagi kesehatan pembuluh darah manusia.

Namun tahukah kamu jika Cokelat  memiliki sejarah panjang hingga akhirnya dapat dikonsumsi tiap generasi hingga saat ini.

Bagaimana awal mula ditemukannya Cokelat? 

Kakao-Cokelat berawal dari Amerika Latin, dimana tanaman ini tumbuh liar di sepanjang utara Hutan Amazon. Di abad 1400 – 450SM, peradaban suku Olmec, Maya dan Aztec di Meksiko Tenggara mulai mengenali biji Kakao kemudian mengolahnya menjadi minuman, obat-obatan, bahkan sebagai sarana spiritual karena bagi mereka biji Kakao adalah makanan para Dewa.

Suku Olmec

Sekitar tahun 1500 SM suku Olmec menemukan tanaman Kakao dan mengolah bijinya sebagai minuman untuk persembahan kepada para Dewa. Pada abad tersebut Cokelat dianggap sebagai minuman sakral.

Economic-Crash-for-Mayan-Chocolate-Currency

 

Suku Maya

Suku Maya mulai meminum cokelat di sekitar tahun 400 SM-1500 Masehi. Suku ini merupakan peradaban pertama yang mendiami daerah Meso-Amerikan yang menamakan olahan Kakao sebagai xocolātl yang berarti minuman pahit. Menurut mereka, minuman ini perlu dikonsumsi setiap hari, dan tampaknya cokelat juga menjadi simbol kemakmuran.

Maya-Gods-Exchange-Cacao

Suku Toltec

Ketika peradaban Maya klasik runtuh sekitar tahun 900 SM kekuasaannya digantikan oleh bangsa Toltec, biji kakao ditanam dalam jumlah besar dan menjadi komoditas utama bangsa Meso-Amerika.

Suku Aztec

Peradaban Suku di tahun 1300-1521 Masehi ini mengkonsumsi biji Kakao sebagai warisan dari generasi mereka sebelumnya. Mereka mengembangkan olahan cokelat menjadi minuman dingin maupun panas. Selain itu biji kakao digunakan sebagai alat tukar. Menurut sejarah, penguasa Aztec-Montezuma dapat meminum 50 cawan emas berisi cairan cokelat setiap harinya dan selalu melemparkan setiap cawan yang telah habis. Pada saat itu cawan emas tidak seberapa harganya dibandingkan cokelat.

Baca Juga  Review Okay Boutique Hotel, Phnom Penh

Sebagai mata uang suku Indian Aztec Cokelat digunakan dengan sistem perhitungan dimana satu ayam turki seharga seratus biji kakao dan satu buah alpukat seharga tiga biji kokoa.

Seperti apa proses penyebarannya di Eropa? 

Di tahun 1485-1547, Penjajah asal Spanyol di wilayah Aztec yang bernama Hernán Cortés tertarik pada penemuan suku tersebut yaitu minuman pahit namun beraroma yang terbuat dari Kakao. Konon para Raja Aztec pun menjadikan biji kokoa tersebut sebagai penambah stamina. Cokelat juga digunakan di berbagai upacara keagamaan dan ritual.

  • Christopher Colombus
    Pada tahun 1502 Christopher Colombus yang sedang menjelajah tak sengaja bertemu dengan suku Maya yang menguasai wilayah tersebut tengah membawa Canoe berisi biji Kakao, dan sejak saat itulah Kakao mulai dikenal hingga Eropa pada tahun 1585. Meskipun tidak ada bukti sejarah Bahwa Christopher Colombus ikut menyebarkan kepopuleran tanaman ini namun dipercaya bahwa dia adalah orang Eropa yang pertama kali melihat Kakao ini.

Sejarah Perkembangan Pengolahan Cokelat 

Di awal abad ke-17, cokelat menjadi minuman penyegar yang digemari di istana Spanyol. Sepanjang abad itu, cokelat menyebar di antara kaum elit Eropa, kemudian lewat proses yang demokratis harganya menjadi cukup murah, dan pada akhir abad itu menjadi minuman yang dinikmati oleh kelas pedagang.

Kira-kira 100 tahun setelah kedatangannya di Eropa, cokelat begitu terkenal di London, sampai didirikan “rumah cokelat” untuk menyimpan persediaan cokelat, dimulai di rumah-rumah kopi. Rumah cokelat pertama dibuka pada 1657. Dan resep es coklat pertama diketahui berasal dari Inggris pada tahun 1668.

Semua cokelat Eropa awalnya dikonsumsi sebagai minuman. Baru pada 1847 ditemukan cokelat padat. Orang Eropa membuang hampir semua rempah-rempah yang ditambahkan oleh orang Meso-Amerika, tetapi sering mempertahankan vanila. Juga mengganti banyak bumbu sehingga sesuai dengan selera mereka sendiri mulai dari resep khusus yang memerlukan ambergris, zat warna keunguan berlilin yang diambil dari dalam usus paus, hingga bahan lebih umum seperti kayu manis atau cengkih. Namun, yang paling sering ditambahkan adalah gula. Sebaliknya, cokelat Meso-Amerika tampaknya tidak dibuat manis.

Baca Juga  Wisata Sejarah di Palembang, sebuah travel time yang berharga

Cokelat Eropa awalnya diramu dengan cara yang sama dengan yang digunakan suku Maya dan Aztec. Bahkan sampai sekarang, cara Meso-Amerika kuno masih dipertahankan, tetapi di dalam mesin industri biji kokoa masih sedikit difermentasikan, dikeringkan, dipanggang, dan digiling. Namun, serangkaian teknik lebih rumit pun dilakukan.

Bubuk cokelat diemulsikan dengan karbonasi kalium atau natrium agar lebih mudah bercampur dengan air (dutched, metode emulsifikasi yang ditemukan orang Belanda), lemaknya dikurangi (defatted), digiling sebagai cairan dalam gentong khusus (conched), atau dicampur dengan susu sehingga menjadi cokelat susu (milk chocolate).

Brand apa saja yang mengembangkan Cokelat hingga terkenal sampai saat ini?

Pada tahun 1689 seorang dokter dan kolektor bernama Hans Sloane, mengembangkan sejenis minuman susu cokelat di Jamaika dan awalnya diminum oleh suku apothekari, namun minuman ini kemudian dijual oleh Cadbury bersaudara.

  • Cadbury

Di tahun 1831 sebuah perusahaan Cadbury mengemas cokelat dalam kotak dan bentuk permen di Inggris dan sangat laku pada masa itu.

©google image
  • Nestle

Beberapa tahun setelahnya yaitu di tahun 1875, sebuah perusahaan menggabungkan cokelat dengan susu dan menciptakan chocolate bar sangat sukses di pasaran.

©google image
  • Lindt

Di tahun 1879, seorang pengusaha bernama Rudolphe Lindt dari Swiss menciptakan suatu mesin pembuat cokelat yang mampu menghaluskan serta menggabungkan berbagi bahan lainnya sehingga memiliki konsistensi rasa dan tekstur yang sempurna.

©google image
  • Van Houten

Pada tahun 1828 Casparus van Houten Sr. menemukan cara untuk  menekan lemak dari biji kakao panggang dan menciptakan sebuah formula cokelat yang bisa ditumbuk menjadi bubuk kakao, yang menjadi dasar dari semua produk coklat.

©google image
  • Hersey

Pada tahun 1907, Pabrik cokelat Milton Hershey’s mampu memproduksi 33 juta  bongkahan cokelat dalam sehari dan memasarkannya ke berbagai wilayah.

Baca Juga  Review Hotel Le Cocon Boutique di kota Phnom Penh
©google image

Bagaimana dengan sejarah penyebaran Cokelat di Asia? 

Sejarah mencatat bahwa coklat pertama kali dikenalkan di Asia pada tahun 1560 ketika pohon kakao dibawa dari Caracas Venezuela ke Pulau Sulawesi Indonesia. Sampai saat ini Sulawesi tercatat sebagai penghasil biji kakao terbesar di Indonesia (70%).

Indonesia tercatat sebagai penghasil biji kakao nomor tiga setelah Pantai gading dan Ghana (2011). Walaupun demikian ternyata penghasil coklat terbesar di dunia adalah Amerika Serikat, Jerman, Swiss dan Belgia.

©unsplash.com

 

Nilai Kualitas Konten

TINGGALKAN PESAN

Masukan Komentarmu!
Masukan Namamu disini