Manusia tak akan bisa lepas dari sejarah, karena sejarahlah yang membentuk kita dan negara kita hingga hari ini. Jadi untuk mengenal siapa kita dahulu tisak ada salah nya menelusuri sekaligus berwisata di daerah yang dahulu konon di kenal dengan Sriwijaya, yaitu Palembang. Sejarah di Palembang memang tak luput dari eksistensi kerajaan Sriwijaya dahulu yang menguasi hampir seluruh nusantara.

Dimana saja sih yang bisa kita lihat jejak sejarahnya dari wisata sejarah di Palembang?

1. Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS)

Taman-Purbakala-Kerajaan-Sriwijaya-sejutakabar
© google image

Objek wisata sejarah yang biasa kenal dengan Situ Karanganyar ini merupakan peninggalan atau sebidang tanah erat kaitan nya dengan kerajaan Sriwijaya. Letak nya tak jauh sari tepian sungai Musi, berhadapan dengan pertemuan sungai Musi dan  sungai Ogan.

Daerah di sekitaran sungai Musi memang dikenal banyak sekali temuan purbakala nya, baik itu dari patung, tembikar, sampai alat-alat jaman purbakala di temukan dilokasi tersebut.

Banyak sekali peninggalan-peninggalan yang menurut para ahli arkeologi termasuk peninggalan dari abad jaman kerajaan Sriwijaya.

2. jembatan Ampera

jembatan ampera sejutakabar
© google image

Jembatan yang dibangun pada tahun 1962 ini menghubungkan wilayah Seberang Ulu dan Seberang Ilir. Tak jauh dari situ ada sebuah benteng peninggalan dari era kolonial yang bernama Benteng Kuto Besak.

Benteng terserbut merupakan kebanggaan masyarakat Palembang dan pemerintah daerah nya pun melestarikan benteng tersebut menjadi wisata sejarah yang bisa kita nikmati.

Benteng tersebut merupakan saksi perjuangan para pahlawan kita yang telah gugur dalam membela tanah air Indonesia.

3. Museum Sultan Mahmud Badarudin II

77Museum-SMB-II sejuta kabar
© google image

Museum ini bersebelahan dengan Benteng Kuto Besak. di museum ini tersimpan ratusan koleksi bersejarah mulai dari kerajaan sriwijaya hingga era kesultanan Palembang Darussalam.

Baca Juga  Review Hotel Aone Menteng Jakarta Pusat

Nama museum tersebut dijadikan sebuah penghormatan untuk Sultan Mahmud Badaruddin atas jasa beliau untuk kota Palembang.

Museum tersebut menyimpan koleksi seperti arkeologi, etnografi, biologi, keramik, senirupa, dan numismatik.

4. Monumen Perjuangan Rakyat

Monpera_menyerupai_bunga_melati_bermahkota_lima__Melati_menyimbolkan_kesucian_hati_para_pejuang sejutakabar
© google image

Terletak persis di belakang Museum Sultan Mahmud Badaruddin II atau menghadap Jalan Merdeka juga berseberangan dengan Masjid Agung.

Monpera menjadi saksi sejarah terjadinya berbagai peristiwa, termasuk pernah dijadikan basis ”pertempuran lima hari lima malam” melawan kolonial Belanda.

Di dalam museum ini, pengunjung dapat menjumpai berbagai jenis senjata yang dipergunakan dalam pertempuran tersebut termasuk berbagai dokumen perang dan benda-benda bersejarah lainnya seperti uang lama, patung pahlawan, dan baju dinas para pahlawan.

5. Museum Bala Putra Dewa Dewa

museum putra dewadewa
© google image

Museum ini terletak di Jalan Srijaya I, No 28 Palembang atau sekitar 5 Km dari Masjid Agung.

Museum yang memiliki luas lahan sekitar 23.565 m2 tersebut, menyimpan 10 jenis koleksi dengan jumlah koleksi mencapai 3.882 item.

Secara umum, Museum Balaputera Dewa menyimpan berbagai koleksi dari zaman pra-sejarah, zaman Kerajaan Sriwijaya, zaman Kesultanan Palembang hingga ke zaman Kolonialisme Belanda.

Berbagai koleksi tersebut dipamerkan di dalam tiga ruang pamer utama.

Sebelum memasuki tiga ruang pamer utama, pengunjung akan menyaksikan berbagai koleksi arca di selasar museum.

Berbagai replika arca tersebut berasal dari zaman megalith di Sumatera Selatan.

Di museum ini terdapat koleksi yang menggambarkan corak ragam kebudayaan dan alam sumatera Selatan.

Koleksinya terdiri dari berbagai benda histografi, etnografi, felologi, keramik, teknologi modern, seni rupa, flora dan fauna serta geologi. Selain itu terdapat rumah limas dan rumah Ulu asli.

6. Pulau Kemaro

kemaro island
© google image

Terletak di tengah Sungai Musi, sekitar 6 Km dari Jembatan Ampera. Saat ini Pulau Kemaro adalah salah satu tempat wisata di Palembang yang cukup terkenal. Di Pulau Kemaro terdapat sebuah vihara yang banyak didatangi oleh umat Budha untuk berdoa dan berziarah.

Baca Juga  Review Hotel Century Park Senayan

Di sini juga dapat ditemukan sebuah makam yang merupakan makam dari seorang putri Palembang. Putri ini mempunyai cerita tersendiri, yaitu dia menikah dengan anak raja dari Tiongkok dengan mas kawin berupa sembilan guci emas.

Namun pada akhirnya, pasangan tersebut menerjunkan diri ke sungai dan tenggelam.

Selain itu, di Pulau Kemaro terdapat beberapa hal menarik, misalnya Pagoda berlantai sembilan yang dibangun pada tahun 2006, dan Pohon Cinta. Sebagian masyarakat percaya, bila sepasang kekasih mengukir namanya di Pohon Cinta ini, maka hubungan cinta mereka akan berlanjut sampai ke pernikahan.

Untuk mencapai tempat ini, pengunjung harus menumpang perahu getek atau bus air dengan jarak tempuh sekitar 15 menit.

Nilai Kualitas Konten

TINGGALKAN PESAN

Masukan Komentarmu!
Masukan Namamu disini